Dampak perbaikan jalan di Solo

By 9:58:00 AM

Solopos.com, SOLO–Sebuah ekskavator terparkir di ujung paling selatan Jl. Ahmad Yani Solo, Senin (14/9/2015) pukul 14.30 WIB. Sebuah bor besar yang terpasang diujung alat berat itu, mulai melubangi sisi timur badan jalan. Proyek pengecoran jalan resmi dimulai siang itu.
Di sisi timur median jalan, nyaris tak ada lagi kendaraan yang melintasi bagian timur Rumah Sakit Panti Waluyo tersebut. Rekayasa lalu lintas Jl. Ahmad Yani satu arah dari selatan ke utara mulai diberlakukan sebulan ke depan.
Kebingungan mulai merayapi pengguna jalan. Para pengendara kendaraan pribadi yang melintasi depan Studio Rekaman Lokananta dari arah utara, dikagetkan dengan datangnya rombongan kendaraan yang tiba-tiba melawan arus dengan kebijakan rekayasa lalu lintas yang baru.

Mereka pun harus berjuang ekstra hati-hati untuk menyeberang menuju Jl. Basuki Rahmat. Salah satunya Sunarto, 50. “Mau menyeberang saja susahnya minta ampun. Baru tahu kalau jalannya dibuat satu arah. Saya baru saja lewat situ [Jl. Kedasih] mau ke Kartasura. Jadi harus melipir lewat Jl. Basuki Rahmat,” keluhnya kepada Solopos.com.
Ruwetnya lalu lintas kendaraan di seputaran Sunan Hotel Solo yang terdampak pembangunan itu rupanya belum seberapa. Dampak pengalihan arus mengakibatkan penumpukan kendaraan di lima lokasi.
Kemacetan lalu lintas terpantau di perempatan TK Pembina Manahan, perempatan Warastratama, pertigaan Alfamart Samratulangi, pertigaan Taman Kota Kerten, serta depan SMA-SMP Regina Pacis Solo.
Rekayasa lalu lintas perdana juga membuat sejumlah pengguna transportasi bus kebingungan. Sejumlah penumpang yang biasa menunggu di perempatan Patung Wisnu Manahan, kecele menanti bus yang akan mereka tumpangi.
Sementara itu, sopir bus yang diarahkan melintasi Jl. M.H. Thamrin-Jl. Samratulangi juga tidak gampang menaklukkan jalur lalu lintas yang baru diterapkan. Mereka harus berjalan perlahan dan hati-hati dengan memotong berbagai jalur utama seperti Jl. Adisucipto (depan TK Pembina) dan Jl. Slamet Riyadi (depan SMA Batik).
Saat melintasi Jl. M.H. Thamrin dari utara ke selatan, kecepatan bus digeber di bawah 20 km/jam. Sopir sengaja mengambil jalur bagian tengah jalan lantaran ketinggian bus sama dengan pepohonan yang memayungi bagian tepi jalan perkotaan tersebut. Kendaraan pribadi dari arah sebaliknya terpaksa mengalah dengan berjalan perlahan di tepi barat ini.
“Kalau lalu lintasnya relatif bisa diatasi. Yang susah itu saat lewat kampung tadi [Jl. M.H. Thamrin. Banyak pohon yang menghalangi pandangan,” terang Harjono, 52, sopir Bus Sri Mulyo jurusan Solo-Purwokerto, saat berbincang dengan Solopos.com di Kerten.
Kepala Seksi Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dishubkominfo Solo, Ari Wibowo, menjelaskan wajar banyak keluhan pada penerapan perdana rekayasa lalu lintas proyek pembangunan Jl. Ahmad Yani tahap pertama.
“Pelaksanaan perubahan arus perdana dimulai pukul 14.30 WIB. Molor dari rencana awal pukul 08.00 WIB karena tadi masih menunggu koordinasi dengan tim pembangunan jalan. Kalau masih banyak keluhan dari pengguna jalan itu wajar,” jelasnya saat ditemui Solopos.com sedang bertugas di Perempatan Warastratama, Senin siang.
Ari mengatakan pihaknya telah mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas pada hari pertama pengalihan arus Jl. Ahmad Yani. “Sudah ada 15 rambu pengalihan arus yang terpasang. Lampu lalu lintas juga kami atur secara proporsional. Selain itu, kami akan minta DKP untuk merapikan pohon di Jl. M.H. Thamrin,” tutupnya.

Baca juga

0 komentar